BRIS Perkuat Daya Saing SDI dan Teknologi
Persaingan mendapatkan SDI mumpuni sementara industri perbank an terus tumbuh.
JAKARTA-- PT BRISyariah, dengan kemampuan yang dimiliki, mendukung penguatan edukasi keuangan syariah yang mengedepankan aspek manfaat. BRISyariah berharap program SALAM BRIS bisa ikut meningkatkan daya saing sumber daya insani (SDI) dan teknologi sektor keuangan syariah.
Direktur Komersial Indra Praseno menyatakan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), persaingan Indonesia ke depan akan bertumpu pada SDI dan teknologi. Indra menyadari, mayoritas SDI di industri merupakan migrasi industri perbankan konvensional.
Hal ini pun mendorong BRISyariah fokus pada penguatan pengetahuan dan praktik perbankan syariah bagi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi dan literasi keuangan syariah. Baik di lembaga pendidikan menengah dan dasar serta masyarakat secara umum.
Untuk level perguruan tinggi, BRISyariah ingin menjembatani celah teori perkuliahan di kampus dengan praktik di industri. Sebagai pelaku industri, BRISyariah merasakan ketatnya persaingan mendapatkan SDI mumpuni sementara industri perbank an terus tumbuh. Melalui jaringan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBI), BRISyariah sudah memfasilitasi mini banking menggunakan perangkat lunak SALAM BRIS dengan 74 perguruan tinggi.
Perangkat lunak karya anak bangsa ini diharapkan membantu praktik mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. Karena teknologi terus berkembang, ke depan, BRISyariah bertekad untuk tetap meningkatkan kualitas SALAM BRIS agar lebih bagus.
BRI Syariah bisa muncul dengan teknologi baru agar menarik dan manfaat yang lebih terasa. Dengan begitu, bank syariah jadi sama canggihnya dengan konvensional.
'Dari 74 perguruan tinggi, ada 50 perguruan tinggi yang sudah aktif menggunakan SALAM BRIS. Implementasinya bertahap menyesuaikan kesiapan infrastruktur dari tiap perguruan tinggi, ' tutur Indra di kantor BRISyariah, pekan lalu. Tahun ini, BRISyariah berharap, semua 74 perguruan tinggi sudah bisa menggunakan SALAM BRIS.
Melalui program yang digulirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), BRISyariah juga mendukung edukasi keuangan syariah melalui Simpel iB dan Tabunganku untuk semua level pendidikan, dari PAUD hingga perguruan tinggi.
Ada pula Tabungan Impian yang bisa dimanfaatkan sebagai tabungan rencana pendidikan.
Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terkait pendidikan dilakukan BRI Syariah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga filantropi lain.
Group Head Funding& Banking Services Wijayanto menjelaskan, SALAM BRIS menggunakan teknologi terkini web-base sehingga bisa diakses di mana saja dan memudahkan mahasiswa mengikuti praktikum. "Nantinya, sistem cloud akan dipusatkan di Jakarta, jadi lebih ringkas dan bisa diakses lebih banyak orang," ungkap Wijayanto.
SALAM BRIS saat ini sudah digunakan perguruan tinggi-perguruan tinggi di bawah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tingi serta Kementerian Agama, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Brawijaya Malang, dan Universitas Sumatra Utara.
BRISyariah berharap semua perguruan tinggi yang mempunyai fakultas ekonomi dan bisnis Islam atau yang menyelenggarakan mata kuliah ekonomi syariah bisa bekerja sama.
BRISyariah juga menjadi penyalur bantuan program Pendidikan Indonesia Pintar (PIP) dan bewasiswa Kementerian Agama. Untuk PIP, BRISyariah menyalurkan kepada 2.040 siswa penerima sebesar masing-masing Rp 5 juta per siswa. Sementara, beasiswa Kementerian Agama disalurkan BRISyariah kepada 80 ribu siswa dengan besaran bervariasi berdasarkan daerahnya.
Masjid to Masjid
Di luar lembaga pendidikan, Indra Praseno melihat BRISyariah tetap berkewajiban mengedukasi masayarkat. Itu sebabnya, BRISyariah juga menyentuh masjid.
"Usulan konten edukasi keuangan syariah melalui khotbah Jumat pernah dibicarakan. Meski belum terlaksana, ada langkah menuju kesana," kata Indra.
Kegiatan Masjid to Masjid, seperti membersihkan masjid, kata Head of Corporate Communication Department BRISyariah Nanang Wahyudi, dilakukan pengelola jaringan kantor cabang BRISyariah minimal di satu masjid. Ternyata, kegiatan ini juga diminati kantor cabang pembantu sehingga lebih masif. Masjid yang dibersihkan juga berbeda tiap Ramadhan.


.jpg)