BRIsyariah Berikan Bantuan Untuk Korban Banjir Bima
Banjir Bima menyisakan penderitaan bagi masyarakat kota Bima. Dalam rangka meringankan beban korban banjir Bima, BRIsyariah memberikan bantuan dalam bentuk survival kits, bantuan sembako dan pakaian layak pakai.
Bencana banjir yang melanda Kota Bima Nusa Tenggara Barat menyebabkan ratusan ribu warga di daerah itu akhirnya mengungsi. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akses komunikasi, pasokan listrik hingga transportasi dan ekonomi pun lumpuh.
Dampak banjir Bima telah menyebabkan 104.378 jiwa di lima kecamatan mengungsi yakni Kecamatan Rananae Timur sebanyak 3.581 jiwa, Mpuda sebanyak 29.553 jiwa, Raba 19.705 jiwa, Rasanae Barat sebanyak 32.892 jiwa dan Kecamatan Asakota sebanyak 18.648 jiwa.
Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa meninggal dan hilang akibat banjir. Fasilitas kesehatan yang rusak meliputi 4 puskesmas, 29 puskesmas pembantu, 29 polindes dan 1 kantor labkesda. Obat-obatan dan sarana medis ikut terendam banjir sehingga diperlukan bantuan masyarakat.
Upaya penanganan darurat banjir terus dilakukan oleh BPBD, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemenkes, Kemensos, Kemen PU Pera, Tagana, SKPD Kota Bima, NGO, dunia usaha, relawan seperti dari PKPU, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Senkom Polri dan lainnya, dan masyarakat. Masa tanggap darurat selama 14 hari yaitu dari 22 Desember 2016 hingga 4 Januari 2017.
BRIsyariah pun tak ketinggalan untuk memberikan bantuannya. Bekerjasama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI, pada tahap awal BRI memberikan bantuan 100 paket Survival Kits yang isinya antara lain handuk, mukena, sarung, selimut, sandal jepit, pakaian dalam, dan kotak P3K.
Survival kits diberikan kepada masyarakat korban banjir di Bima tidak terkecuali karyawan dan karyawati Kancapem BRIS di Bima yang juga menjadi korban musibah banjir.
Bantuan berikutnya adalah bantuan sembako yang tetap akan dikoordinasikan oleh YBM BRI bekerjasama dengan Kancapem Bima dan bantuan pakaian layak pakai yang dikoordinasikan oleh NLG. Saat ini proses pengumpulan bantuan tersebut tengah berjalan. Diperkirakan bantuan baju layak pakai akan diberikan pada awal tahun 2017 mendatang.



.jpg)