BRISyariah: Jaga Runner Up KPR FLPP
BRI Syariah optimistis mampu pertahankan posisi runner up bank penyalur FLPP terbanyak manakala pelonggaran LTV untuk KPR direalisasikan BI. Syaratnya, ketersediaan likuiditas bagi subsidi KPR memadai.
PT Bank BRISyariah akan mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) melalui program FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) yang menyasar konsumer menengah ke bawah. Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk ini optimistis dapat menggenjot pembiayaan di segmen konsumer pada 2016. Saat ini, porsi segmen konsumer masih menyumbang sebesar 23 persen dari total pembiayaan.
Direktur Utama BRI Syariah Moch Hadi Santoso menyampaikan hingga akhir tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan pembiayaan konsumer sebesar 30 persen dari kinerja akhir 2015 sebesar Rp3,48 triliun. “Strategi kami akan menggenjot di penyaluran KPR FLPP untuk masyarakat penghasilan menengah ke bawah. Selain itu, kami akan optimalkan layanan gadai emas,” ujarnya awal Juni 2016, di kantornya.
BRI Syariah cukup agresif mengucurkan KPR program pemerintah tersebut. Sejak dipercaya pada 2012, bank ini telah menyalurkan pembiayaan Rp532 miliar untuk 6.647 unit rumah, khususnya rumah tapak. Perseroan fokus di rumah pertama agar terhindar dari cicilan bermasalah. Alhasil, nonperforming financing (NPF)-nya aman di bawah 1 persen. “Tahun ini kami akan salurkan pembiayaan KPR FLPP sebesar Rp430 miliar atau untuk 4.300 unit rumah di berbagai daerah,” katanya.
Menurut Hadi, hingga Maret 2016 pihaknya telah membukukan penyaluran KPR FLPP senilai Rp Rp21,5 miliar untuk 235 unit. Angka ini mengukuhkan BRI Syariah menduduki posisi kedua setelah Bank BTN yang telah menyalurkan sebanyak 3.424 unit senilai Rp328, 05 miliar.
Perseroan menawarkan KPR Bersubsidi Sejahtera dengan uang muka 0 persen. Akad KPR bersubsidi ini menggunakan prinsip Syariah (Murabahah), nasabah akan mencicil rumah ke BRI Syariah dengan besar angsuran tetap per bulan hingga jangka waktu kredit selesai.
KPR bersubsidi FLPP yang ditawarkan BRI Syariah untuk mendukung perumahan masyarakat. Saat ini, perseroan menyasar kawasan Jabodetabek, Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. “Kami optimis penyaluran KPR FLPP akan terus meningkat seiring terus bertambahnya kebutuhan akan hunian dengan harga terjangkau. Dengan catatan, likuiditas pemerintah untuk subsidi pembiayaan rumah bagi MBR kuat dan tak tersendat,” ungkap Hadi.
Realisasi penyaluran dana FLPP sampai dengan Maret 2016 sejumlah 3.851 unit atau telah mencapai 4,41 persen dari target sejumlah 87.390 unit senilai Rp373 Miliar. Dengan demikian penyaluran FLPP dari tahun 2010 mencapai total 441.456 unit dengan nilai sebesar Rp22,970 Triliun. Sebaran realisasi ini masih dipegang dengan capaian terbesar oleh provinsi Jawa Barat sebesar 1.190 unit disusul oleh Banten sebesar 410 unit dan Jawa Timur 229 unit dan lainnya diikuti oleh Kalimantan Barat sebanyak 220 unit dan Sulawesi Selatan 199 unit. (Mukhtar)


.jpg)