BRISyariah Luncurkan DSM Card

BALI -- Anak usaha Bank BRI, BRI Syariah, merilis kartu DSM Card, Ahad (7/7). Pelun - cur an DSM Card menandakan kerja sama antara BRI Syariah dan Dompet Sosial Madani (DSM), lembaga nirlaba yang ber gerak di bidang sosial ke - manusiaan melalui pengolahan zakat, infak, sedekah, wakaf, dan dana CSR.
Peluncuran DSM Card di - lakukan berbarengan dengan ke giatan Jalan Sehat Amal Ber - sama Peduli Sesama di La - pangan Barat Niti Mandala, Re - non Bali. Peluncuran dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Bank BRI Syariah Moch Ha - di Santoso dan CEO DSM Bali Saifuzzuhri.
Hadi Santoso menyatakan, DSM Card adalah kartu identi- tas tetap yang memuat nomor iden titas donatur DSM dengan fasilitas autodebet zakat, infak, dan sedekah. \"DSM Card juga bi sa berfungsi sebagai kartu ATM BRI Syariah,\" kata Hadi.
Layaknya kartu ATM pada umumnya, Hadi melanjutkan, na sabah bisa leluasa melakukan transaksi perbankan melalui DSM Card. Nasabah bisa me - man faatkan ATM BRI Syariah, jaringan ATM BRI, dan ATM Pri - ma di seluruh Indonesia un tuk bertransaksi dengan DSM Card.
\"Dengan begitu, donatur akan di - mudahkan karena tidak perlu mem bawa uang tunai,\" ujarnya.
Komitmen PT Bank BRI un - tuk mengembangkan perbankan syariah melalui BRI Syariah memang tidak diragukan lagi.
Pada Rabu (26/6), BRI melaku - kan aksi korporasi menambah por si penyertaan sahamnya di BRI Syariah sebesar Rp 500 mi - liar. Dengan demikian, modal disetor BRI syariah meningkat dari Rp 979 miliar menjadi Rp 1,479 triliun.
\"Dukungan BRI kepada BRI Syariah tidak hanya pada pe - nyer taan modal, tapi juga pe - nyelenggaraan kegiatan bersa - ma BRI di masa depan. Ini men - ja dikan BRI Syariah bagian pen ting dari strategi bisnis BRI,\"
ujar Corporate Secretary BRI Sya riah Lukita Prakasa kepada Republika, Jumat (5/7).
Dengan adanya penambahan modal dari BRI maka akan me - naikkan Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI Syariah dari 11 per - sen pada Mei menjadi 15 persen.
Lukita menambahkan, Batas Mak simum Pemberian Pem - biayaan/Kredit (BMPK) di BRI Syariah meningkat sehingga lebih leluasa mengembangkan bisnis, terutama di sektor ko - mersil tanpa meninggalkan core businessdi sektor ritel.
Dengan penambahan modal tersebut, BRI Syariah lebih opti- mistis mencapai target aset pada akhir 2013 sebesar Rp 22 triliun.
Target pembiayaan akhir tahun Rp 18,5 triliun atau tumbuh 63,9 persen dari 2012. Hingga Mei 2013, aset BRI Syariah mencapai Rp 15 triliun dan portofolio pem - biayaan mencapai Rp 13 tri liun.
(ed:eh ismail)