BRISyariah Manfaatkan KLS Layani Haji
JAKARTA--Untuk menjangkau calon jamaah haji di berbagai daerah, BRI Syariah mengandalkan kantor layanan syariah (KLS) di jaringan kantor induk. Di sisi lain, BRISyariah juga me nangkap peluang pembiayaan umrah bagi mereka yang tengah menunggu antrean haji.
Direktur Utama BRI Syariah Moch Hadi Santoso mengatakan, sebagai bank penerima setoran biaya perjalanan ibadah haji (BPS BPIH), BRISyariah fokus melayani calon jamaah haji. Karena, kalau layanan tidak bagus, akan jadi masalah. Pelunasan BPIH musim haji 2016 ini berlangsung sepanjang Mei 2016, tiga bulan sebelum pelaksanaan haji.
Untuk daerah yang belum ada atau belum banyak cabang BRISyariah, pelunasan dan setoran BPIH calon jamaah haji bisa dilayani melalui kantor layanan syariah KLS. Pada akhir Maret 2016, BRISyariah sudah memiliki 271 kantor dan 1.044 KLS di jaringan kantor Bank BRI hingga kawasan Timur.
"Kalau satelit BRI sudah ada, seluruh cabang BRI bisa jadi KLS. Tadinya, BRISyariah juga mau buka cabang di Ambon, tapi batal setelah perhitungan alokasi modal inti," ungkap Hadi, beberapa waktu lalu.
Hadi mengaku, sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) versi tiga milik BRI Syariah masih yang terbesar dan terbaik di antara BPS BPIH yang ada. "Alhamdulillah, tahun lalu kami bisa layani calon jamaah haji dengan baik,"kata Hadi.
Ia menambahkan, kuota jamaah haji BRISyariah pada 2015 sebanyak 48 ribu atau sekitar 30 persen dari kuota jamaah haji Indonesia sebanyak 120 ribu. Tahun lalu, saat pertama kali BPIH dilunasi di bank syariah, pelunasan BPIH di BRI Syariah mencapai 93 persen. Calon jamaah haji yang tidak melunasi, kata Hadi, bukan karena tidak terlayani, tapi calon jamaah haji belum siap.
Pelimpahan dana haji dari Kementerian Agama juga sudah dituntaskan tahun lalu. Karena masyarakat sudah sa dar setoran BPIH dilakukan di banksyariah, tiap bulan BRI Syariah bisa menerima setoran BPIH setidaknya Rp 300 miliar.
Terdorong antrean haji yang makin panjang, Hadi mengatakan, calon jamaah mulai menabung makin awal. Sambil menunggu, ada pula yang berumrah dulu sehingga saat ini umrah juga ramai, terutama saat Ramadhan.
Dalam kesempatan terpisah sebelumnya, Kepala Grup Pembiayaan Konsumer BRI Syariah Sri Esti Kadaryanti mengatakan, BRISyariah baru meluncurkan produk pembiayaan umrah tahun lalu. Pada dasarnya, produk ini ada untuk membantu nasabah bisa berumrah dengan uang muka 10 persen sebagai modal awal perjalanan.
Angsuran nasabah antara satu dan tiga tahun dengan cicilan se kitar Rp 91 ribu per bulan untuk keli patan Rp 1 juta untuk tenor satu tahun, Rp 50 ribuan per bulan perpembiayaan Rp 1 juta untuk tenor dua tahun, dan Rp 36 ribuan per bulan perpem biayaan Rp 1 juta untuk tenor tiga tahun. Pem biayaan maksimal yang diberikan sebesar Rp 150 juta untuk lima orang. Sebagai proteksi terhadap nasabah, pencairan pembiayaan dilakukan bertahap.
Hingga Maret 2016, pembiayaan konsumer BRISyariah mencapai Rp 3,625 triliun, turun 0,03 persen dibanding Maret 2015. Meskipun, pembiayaan konsumer pada Maret 2016 dibanding akhir 2015 (year to date)
tumbuh 1,68 persen dari Rp 3,565 triliun. Porsi pembiayaan konsumer BRI Syariah mencapai 21,46 persen dari total pembiayaan Rp 16,893 triliun. (ed:ichsan emrald alamsyah)
News Clipping:


.jpg)