BRISyariah Tawarkan DP Rendah

JAKARTA -- Retail Banking Group Head BRI Syariah, Giyantoro, mengatakan, BRISyariah memberikan program KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dengan uang muka rendah sebesar satu persen. BRIS menilai DP rendah bisa mendorong masyarakat berpenghasilan rendah mewujudkan impiannya memiliki hunian tempat tinggal pertama dengan mudah dan murah.

"BRI Syariah berkomitmen untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR--Red) untuk memiliki rumah pertama," ujar Giyantoro dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/10). Gi yantoro mengatakan down payment(DP) spesial ini diberikan dalam Pameran Rumah Rak yat 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati cicilan bulanan yang sangat murah dan tetap sampai lunas 15 tahun dengan sebesar Rp 8.000- an per bulan (dari setiap kelipatan Rp 1 juta). Menurut Giyantoro, dengan cicilan yang murah, masyarakat akan merasa tenang karena cicilan per bulannya tidak akan naik meski harga rumahnya terus meningkat.

BRISyariah telah berpengalaman dalam menyalurkan pembiayaan KPR Sejahtera (FLPP). Sudah lebih dari 8.200 unit rumah sederhana yang telah dibiayai di seluruh Indonesia. BRI Syariah menjadi bank dengan urutan kedua terbesar untuk pembiayaan KPR FLPP pada 2015 lalu dan hingga saat ini total sudah 8.047 pembiayaan rumah KPR Sejahtera yang sudah dibiayai dengan nilai Rp 725 miliar.

Giyantoro mengatakan, pada 2016, BRI Sya - riah menargetkan pembiayaan rumah baru KPR FLPP senilai Rp 430 miliar atau sekitar 4.300 unit rumah. Ia menambahkan, dalam melaksanakan berbagai tujuan pengembangan, BRISyariah mencanangkan visi menjadi bank ritel modern dengan ragam layanan finansial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah
untuk kehidupan lebih bermakna. Berbagai langkah strategis sedang dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut agar menjadi kenyataan dalam waktu sesingkatnya.

Sebelumnya, BRI Syariah menerbitkan Sukuk Mudharabah Subordinasi  dengan jumlah dana sebanyak Rp 1 triliun. Penerbitan sukuk tersebut dalam rangka memperkuat permodalan.

Direktur Utama BRI Syariah M Hadi Santoso mengatakan, Sukuk Mudharabah tersebut ber - jangka waktu tujuh tahun dan telah mendapatkan penilaian peringkat dari Fitch dengan peringkat id A (Single A Plus). Tujuan dari penerbitan sukuk ini adalah untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka menunjang kegiatan pengembangan usaha berupa penya lur an pembiayaan, dengan diperhitungkan sebagai modal pelengkap (tier2) serta peningkatan komposisi struktur perhimpunan dana jangka panjang.

Dalam proses penawaran umum tersebut, BRI Syariah dibantu oleh beberapa profesi penun jang diantaranya PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Indopremier Securities selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
Periode bookbuildingatas Sukuk Mudharabah dilakukan selama periode 12 Oktober hingga 26 Oktober 2016 dengan estimasi tanggal efektif pada 8 November 2016. (ed: ichsan emrald alamsyah)