Gadai Emas Meningkat

JAKARTA --Perekonomian nasional selama kuartal I 2015 melambat. Secara umum, perbankan pun terkena dampaknya.
Namun, transaksi gadai emas bank syariah justru meningkat.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah menyatakan, gadai emas termasuk produk teratas yang diminati konsumen. Meski begitu, gadai bukan merupakan produk unggulan bank tersebut.
"Kami lebih fokus kepada pembiayaan produktif seperti mikro dan ritel," ujar Group Head Corporate Communication BRI Syariah Lukita T Prakasa, Jumat (22/5). Ia menambahkan, meski bukan unggulan, gadai emas cenderung naik pada kuartal I 2015 walau tak signifikan.
Lukita menuturkan, pada kondisi perlambatan ekonomi nasional seperti sekarang, gadai emas justru untung karena banyak masyarakat menggadaikan emasnya. Mungkin karena harga emasnya pun lumayan lagi naik di pasar, sekitar Rp 517 ribu per gram,"  jelasnya.
Ia menyebutkan, pada 13 Mei 2015, posisi gadai emas BRI Syariah Rp 162 miliar. Sedangkan, untuk produk Kepemilikan Logam Mulia (KLM) Rp 20,8 miliar. Lukita menegaskan, perlambatan ekonomi tak mempengaruhi produk gadai emas. "Kita juga nggak ada target gadai emas yang ingin dicapai pada kuartal II karena memang bukan produk unggulan kita," tambahnya.