KARTU ATM UNTUK ANAK YATIM
Warta Kota, Senin 20 Feb’12
Kramatjati, Warta Kota
Griya Yatim dan Dhuafa bekerja sama dengan Bank BRISyariah untuk memudahkan penyaluran dana bantuan kepada anak yatim dan duafa dengan cepat. Penyaluran dana bantuan itu tidak perlu harus dating ke kantor yayasa, tetapi cukup melalui kartu atm.
Yayasan dan bank itu meluncurkan kartu ATM bernama ATM Mustahik di kelurahan Kampung Tengah, Kramat jati, Jakarta Timur, Minggu (19/2) pagi. Kartu ATM khusus diberikan kepada anak yatim dan duafa yang menjadi asuhan Griya Yatim Duhafa.
Secara simbolis penyerahan kartu tersebut diberikan oleh Direktur Kepatuhan PT Bank BRISyariah, Budi Wicakseno, kepada Keua Yayasan Griya Ytim dan Dhuafa, Haryono.
Haryono mengatakan, peluncuran ATM itu dilakukan agar penyaluran dana bantuan kepada anak yatim dan duafa lebih efektif, cepat, dan mudah. Apalagi pihak yayasan akan menambah cabang Griya Yatim dan Dhuafa ke wilayah Lampung, Batam, dan Gorontalo. Selama ini yayasan sudah ada di wilayah Jabodetabek dan Banten.
“Dengan cabang yang mulai banyak, distribusi bantuan ke warga binaan akan lebih mudah jika menggunakan ATM. Untuk sementara kami akan memberikan ATM Mustahik kepada 830 warga binaan dari total 1.200 orang. Sisanya kami akan berikan dalam waktu dua bulan ke depan,” ujar Haryono.
Dikatakan Haryono, bantuan yang diberikan melalui ATM Mustahik kepada anak yatim dan duafa adalah bantuan biaya pendidikan. Sementara nilai nominal yang diberikan untuk biaya pendidikan tersebut berbeda disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak-anak tersebut.
“Dalam kartu ATM tersebut sudah ada saldo sumbangan setiap bulan. Untuk SD setiap bulan diberikan bantuan dana sebesar RP 100.000. Tingkat SMP dan SMA masing-masing Rp 150.000 dan Rp 200.000 per orang setiap bulannya,” ujar Haryono.
Haryono mengatakan, selain memberikan bantuan dana pendidikan, pihaknya berharap agar kegiatan ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perbankan dan mengelola uang dengna baik.
Budi Wicakseno mengatakan, kerjasama ini dilakukan untuk memudahkan distribusi penyaluran dana bantuan. “Dengan ATM pengiriman bantuan bisa lebih cepat tanpa biaya yang mahal. Kami menyediakan alat untuk mendistribusikan dana bantuan dukungan dari cabang BRI seluruh Indonesia,” ujar Budi.
Budi mengatakan, dengan memiliki kartu ATM Mustahik otomatis pemegang kartu tersebut memiliki tabungan BRISyariah. Pemegang kartu tersebut akan memperoleh tujuh faedah antara lain gratis biaya administrasi tabungan, gratis biaya bulanan kartu ATM, dan gratis tarik tunai di ATM BRI, ATM Bersama, dan Atm jringan Prima.
Rekor
Peluncuran ATM Mustahik itu awalnya akan dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai philantrophy pertama di Indnesia yang menggunakan ATM dalam hal penyaluran bantuan.
Namun Jaya Suprana, pendiri MURI, Mengatakan, pihaknya menolak masuk dalam kategori di MURI. “Dengan amat menyesal kami sampaikan acara ini tidak bisa kami masukkan dalam MURI, karena kegiatan ini ternyata belum pernah ada di dunia. Maka kami akan mengusulkan agar kegiatan ini bisa masuk ke rekor dunia dengan kategori Maha Karya Kebudayaan Nusantara,” ujar Jaya Suprana.


.jpg)