KUR BRI Syariah Tersalurkan Rp 76 Miliar
PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (Persero)
atau BRISyariah gencar mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dalam satu bulan pertama sejak disalurkan atau per akhir 7 April 2017, KUR syariah telah tersalurkan sebesar Rp 76 miliar kepada 3.373 debitur.
Menurut Direktur Bisnis Mikro dan Pendanaan BRI Syariah Erdianto Sigit, realisasi tersebut sudah mencapai 15,2 persen dari plafon KUR BRISyariah yang sebesar Rp 500 miliar.
Pada akhir Maret 2017 tersalurkan Rp 62,449 miliar, lalu sampai 7 April 2025 sudah mencapai Rp 76 miliar.
Penyaluran KUR kita termasuk cepat, ujar Sigit saat ditemui di kantornya, BRISyariah Pusat, Jakarta, Selasa (11/4).
Adapun empat sektor terbesar yang disalurkan, yakni sektor pertanian, perikanan, pengolahan, dan perdagangan.
Penyaluran ke keempat sektor tersebut dilakukan sesuai dengan arahan pemerintah, KUR pada tahun ini diarahkan untuk ke sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, dan hasil pengolahannya, tutur Sigit.
Sementara dari penyaluran berdasarkan wilayah, perseroan fokus menyalurkan ke daerah yang termasuk cabang BRISyariah di wilayah timur, seperti Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan.
Porsi penyaluran dari plafon Rp 500 miliar, yaitu wilayah timur 40 persen, Pulau Jawa 30 persen, dan Pulau Sumatra 30 Persen.
Jumlah plafon yang besar diserap di Jatim lebih dari Rp 12 miliar, dan banyaknya di sektor pertanian dan hasil turunannya,
ungkap Sigit.
Adanya KUR syariah ini, menurut Sigit, tidak menghalangi pertumbuhan pembiayaan mikro di BRISyariah.
Sebab, meskipun margin yang ditetapkan untuk pembiayaan mikro tidak disubsidi pemerintah, seperti KUR, kecepatan layanan di BRIS menjadi keunggulan yang diminati nasabah.
Jadi, yang mikro reguler tetap jalan, terus tumbuh.
Dan, KUR juga disalurkan, kata Sigit.
Terbanyak di Jawa
Kemudian, sebanyak sembilan persen debitur mengajukan plafon di kisaran Rp 16 juta-Rp 20 juta, dan sekitar satu persen debitur mengajukan KUR syariah dengan nilai kecil di kisaran Rp 3 juta-Rp 5 juta.
Meskipun kita dorong penyaluran di wilayah Timur (Jatim, NTB, Kalimantan, Sulawesi), share terbanyak masih di Pulau Jawa, yaitu Jatim.
Hampir 50 persen di Pulau Jawa, Sumatra 30 persen, sisanya daerah lain, kata Nana menjelaskan.
Untuk mendorong penyaluran KUR syariah ini, BRISyariah mengerahkan seluruh account officer(AO)
mikro untuk melakukan sosialisasi.
Salah satu pembinaan yang dilakukan, yaitu AO mikro turun langsung, bahkan ke kegiatan-kegiatan tertentu, seperti pameran kerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)
untuk menjual dan menampilkan produk dalam acara tersebut.
Dengan demikian, usaha debitur KUR syariah dapat tumbuh dengan baik.
Kinerja
BRISyariah di Jakarta, Selasa (18/2), selain mengganti susunan direksi, juga disetujui laporan laba bersih perseroan dan penggunaannya.
Laba bersih perseroan yang dibagi penggunaannya adalah laba bersih periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar Rp 170.209.226.488 (seratus tujuh puluh miliar dua ratus sembilan juta dua ratus dua puluh enam ribu empat ratus delapan puluh delapan rupiah).
Adapun pembagian, yaitu penyisihan cadangan perseroan sesuai Pasal 70 UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebesar 10 per sen dari laba ber sih tahun buku 2016 atau sebesar Rp 17.020.922.649 (tujuh belas miliar dua puluh juta sembilan ratus dua puluh dua ribu enam ratus empat puluh sembilan rupiah).
Sisanya sebesar 90 persen (sembilan puluh persen) dari laba bersih tahun buku 2016 atau sebesar Rp 153.188.303.839 (seratus lima puluh tiga miliar seratus delapan puluh delapan juta tiga ratus tiga ribu delapan ratus tiga puluh sembilan rupiah) ditetapkan sebagai laba ditahan perseroan.
Selain itu, RUPS juga menyetujui pembayaran zakat perseroan sebesar 2,5 persen dari laba bersih tahun buku 2016 atau sebesar Rp 4.255.230.662 (empat miliar dua ratus lima puluh lima juta dua ratus tiga puluh ribu enam ratus enam puluh dua rupiah) dan dibebankan dalam tahun buku berjalan 2017. (ed: irwan kelana)


.jpg)