Laba BRISyariah Tumbuh 14,5%

JAKARTA, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syraiah sukses mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 14,5% di akhir kuartal III 2013. Pencapaian ini tak diikuti penurunan rasio pembiayaan macet alias non performing finance (NPF) secara tahunan.

Sekretaris Perusahaan BRIS Syariah, Likita T. Prakasa, menjelaskan laba per September tahun ini Rp 158 mlliar, naik 14,5% ketimbang realisasi akhir 2012 sebesar Rp 138 milliar. “Kami optimis, target akhir tahun ini sebesar Rp 195 milliar, Insya Allah akan tercapai,” kata Lukita kepada KONTAN, Selasa (5/11).

Pertumbuhan laba terjadi karena peningkatan pembiayaan , terutama dari pembiayaan mikro yang memiliki margin cukup tinggi. Selain itu, laba terdongkrak proses administrasi pencatatan agunan sebagai pengurangan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang dilaksanakan dengan baik. “Hal ini mengurangi beban pencatatan yang ada,” ujar Lukita.

Pada Kuartal III 2013, BRIS Syariah berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 12,9 triliun. Pada Desember tahun lalu, BRIS Syariah mencatatkan DPK sebesar Rp 11,01 triliun. Hingga akhir tahun pasti nanti, perusahaan ini memproyeksikan DPK sebesar Rp 16 triliun.

Dari total DPK terakhir sebesar Rp 12,9 triliun, sebagian besar masih didominasi deposito yang senilai Rp 9,99 triliun. Selanjutnya adalah tabungan sebesar Rp 2,4 trilliun dan giro Rp 551 miliar.

Untuk pembiayaan, BRI Syariah berhasil mengucurkan Rp 13,7 trilliun pada September 2013. Dari jumlah itu, pembiayaan ke sector komersial mencapai Rp 4,23 trilliun. Di sector UKM sebesar Rp 1,5 trilliun, sector linkage Rp 1,8 trilliun pembiayaan consumer Rp 3,6 trilliun dan pembiayaan mikro Rp 2,3 trilliun.

BRISyariah juga mencatat penurunan NPF menjadi 2,98% pada September lalu. “jumlah ini menurun di bandingkan posisi Agustus 2013, namun saya lupa berapa angkanya,” ucap Lukita.

Namun, NPF ini meningkat di bandingkan posisi September 2012 sebesar 2,87%. Meski begitu, secara umum NPF BRISyariah masih lebih baik di bandingkan NPF industri perbankan syariah sebesar 3,01%. Hal ini lantaran berbagai proses eksekusi jaminan yang selama ini di jalankan perusahaan. Alhasil, rasio pembiayaan bermaslah masih terkendali8.

Meyinggung rencana bisnis ke depan, termasuk di tahun pemili 2014, Lukita menegaskan bahwa hal irtu tidak mengganggu kinerja BRI Syariah. “Kami akan tetep merencanakan pertumbuhan yang tinggi. Namun kami akan mengubah strategi bisnis dengan focus pada segmen mikro dan UMKM,” kata Lukita.

News Clipping: