Lima Keistimewaan Sukuk Ritel

Oleh Irwan Kelana

JAKARTA -- PT Bank BRI Syariah tahun 2014 kembali terpilih menjadi salah satu agen penjual yang menawarkan produk Sukuk Negara Ritel seri SR 006 kepada investor perorangan sebagai al ternatif instrumen investasi yang sangat menarik dan berbasis syariah.

Sukuk Negara Ritel (SR 006) adalah surat ber harga yang diterbitkan oleh Pemerintah RI ber dasarkan prinsip syariah yang ditawarkan ke pada investor perorangan (WNI) di pasar perdana dalam negeri. Tujuan diterbitkannya, yakni untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Adapun manfaatnya, antara lain, diversifikasi sumber pembiayaan APBN, memberikan alternatif instrumen ritel berbasis syariah bagi investor, dan memperluas basis investor Surat Berharga Negara (SBN) di pa sar domestik.

Menurut Treasury Desk Head PT Bank BRI Sya riah Amir Fukadi, sebagai salah satu agen pen jual SR 006 yang ditunjuk pemerintah, BRI Sya riah ikut memasarkan dan membantu investor yang berminat memesan SR 006 di pasar perdana serta bertindak sebagai stand by buyer jika ada penjualan kembali di pasar sekunder.

"Kami akan menyediakan informasi har ga wajar melalui website corporateyang dapat diakses oleh investor. Di samping itu, sukuk ritel juga dapat digunakan sebagai agunan pembiayaan dengan maksimum pinjaman sebesar 80 per sen dari nilai sukuk ritel yang dimiliki," kata Amir Fukadi melalui siaran pers yang diterima Republika, Senin (24/2).

Ia menjelaskan, dibandingkan dengan bentuk investasi lainnya, sukuk ritel memiliki keistime waan yang disingkat SALAM.

S pertama dalam SALAM berarti syariah. Penerbitan sukuk ritel harus sesuai dengan prinsip syariah dan telah mendapatkan fatwa serta opini syariah dari Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Sukuk ritel juga memenuhi prinsip aman. Artinya, pembayaran pokok dan imbalan sampai jatuh tempo dijamin oleh negara. Berikutnya, sukuk ritel ini bersifat likuid, yang artinya dapat diperdagangkan, berpotensi memperoleh keuntungan, dapat dijadikan agunan.

Sukuk ritel juga memiliki sifat adil. Ini artinya, imbalan sukuk ritel sesuai dengan imbalan pasar. Selanjutnya, sukuk ritel juga menguntungkan. Saat diterbitkan, imbal an atau kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN.

Tingkat imbalan atau kupon tetap sampai dengan saat jatuh tempo dibayar setiap bulan dengan pa jak yang lebih rendah dibandingkan pajak deposito.
Amir mengemukakan, masa penawaran sukuk ritel ini sangat terbatas, yaitu tanggal 14 - 28 Febuari 2014, dan berlaku sistem kuota (cut off time inputorder di sistem sampai pukul 14.00 WIB).  "Dengan kata lain, investor harus se segera mungkin untuk dapat memesan sukuk sebelum tanggal penawaran berakhir atau sebe lum kuota habis. Calon investor dapat memesan sukuk di cabang-cabang BRISyariah seluruh Indonesia," ujar Amir.