Perbankan Syariah Dekati Lima Persen

aug 11 JAKARTA -- Otoritas Jasa Ke - uangan (OJK) mengatakan, men- jelang Semester I tahun ini, pangsa pa sar syariah mendekati lima persen. Hanya saja, perbankan syariah perlu berhati-hati dan fokus pada kualitas pembiayaan.


Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan Edy Setiadi menyatakan, hingga Mei 2014, pangsa pasar syariah telah mencapai 4,92 persen. Hanya sa ja angka ini belum stabil dan di - per kirakan hingga akhir tahun belum bisa mencapai lima persen.

Penyebabnya, tutur dia, perbank an syariah masih terkendala oleh modal yang belum bertambah terlalu besar. Selain itu masih ada bank syariah yang harus melaku kan perbaikan kualitas pembiaya an.

Secara umum, fokus bank syriah saat ini lebih kepada perbaik - an, bukan kepada ekspansi pembia yaan. Belum lagi masih ada tan- tangan di depan berupa kualitas sum ber daya manusia (SDM) dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).

Tantangan lainnya, perlunya teknologi informasi (TI) yang baik.
Bank syariah juga dituntut tetap tumbuh secara hati-hati di tengah ketatnya likuiditas. Bank syariah juga harus menangkap peluang tum buhnya kelompok masyarakat berpendapatan menenga\" tutur dia kepada Republika, Ahad (10/8).
Ia menambahkan, pada awal ta hun perbankan syariah memiliki harapan untuk mengalami pening - katan pangsa pasar. Sementara, hing ga pertengahan Desember 2013, pangsa pasar syariah hanya sampai pada level 4,8 persen.
Peningkatan ini, menurut dia, terjadi karena kehadiran dua pe - main baru di industri perbankan syariah. Hingga kini, baru Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) yang mengonversi anak usaha nya menjadi BTPN Syariah.
Ketika itu ia juga yakin pening - katan pangsa pasar juga ditopang peralihan dana haji ke perbankan syariah. Hingga awal Agustus, baru BNI Syariah yang mengu- mumkan induk mereka, BNI telah selesai mengucurkan dana senilai Rp 2,2 tri liun. (ed:irwan kelana)JAKARTA -- Otoritas Jasa Ke - uangan (OJK) mengatakan, men- jelang Semester I tahun ini, pangsa pa sar syariah mendekati lima per - sen. Hanya saja, perbankan syariah perlu berhati-hati dan fokus pada kualitas pembiayaan.
Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan Edy Setiadi menyatakan, hingga Mei 2014, pangsa pasar syariah telah mencapai 4,92 persen. Hanya sa ja angka ini belum stabil dan diperkirakan hingga akhir tahun belum bisa mencapai lima persen.
Penyebabnya, tutur dia, perbank an syariah masih terkendala oleh modal yang belum bertambah terlalu besar. Selain itu masih ada bank syariah yang harus melaku kan perbaikan kualitas pembiayaan.
Secara umum, fokus bank syariah saat ini lebih kepada perbaikan, bukan kepada ekspansi pembia yaan. Belum lagi masih ada tan- tangan di depan berupa kualitas sum ber daya manusia (SDM) dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).

Tantangan lainnya, perlunya teknologi informasi (TI) yang baik. Bank syariah juga dituntut tetap tumbuh secara hati-hati di tengah ketatnya likuiditas. "Bank syariah juga harus menangkap peluang tum buhnya kelompok masyarakat berpendapatan menengah," tutur dia kepada Republika, Ahad (10/8).

Ia menambahkan, pada awal ta hun perbankan syariah memiliki harapan untuk mengalami peningkatan pangsa pasar. Sementara, hingga pertengahan Desember 2013, pangsa pasar syariah hanya sampai pada level 4,8 persen.

Peningkatan ini, menurut dia, terjadi karena kehadiran dua pemain baru di industri perbankan syariah. Hingga kini, baru Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) yang mengonversi anak usaha nya menjadi BTPN Syariah.
Ketika itu ia juga yakin pening - katan pangsa pasar juga ditopang peralihan dana haji ke perbankan syariah. Hingga awal Agustus, baru BNI Syariah yang mengu- mumkan induk mereka, BNI telah selesai mengucurkan dana senilai Rp 2,2 tri liun. (ed:irwan kelana)