September, Pembiayaan BRI Syariah Capai Rp7,9 T
JAKARTA - PT BRI Syariah mencatatkan total outstanding pembiayaan hingga akhir September sekira Rp7,9 triliun. Pertumbuhan ini meningkat sekira 43 persen dibandingkan posisi akhir tahun yang sebesar Rp5,5 triliun.
Direktur Pengembangan Bisnis BRI Syariah Ari Purwandono mengatakan, hingga akhir tahun perseroan mengharapkan dapat mencapai pembiayaan sekira Rp8,5 triliun-Rp9 triliun.
"Kita arahkan ke Rp9 triliun sampai akhir tahun, ya Rp8,5 triliun-Rp9 triliun," ujarnya usai MoU dan PKO penyaluran dana FLPP di Gedung Kemenpera, Jakarta, Senin (17/10/2025).
Menurut Ari, sebagian besar pembiayaan masuh disalurkan kepada Pembiayaan Kepemilikan Rumah (PPR). Khusus pembiayaan di sektor perumahan, perseroan mematok PPR Rp1,3 triliun hingga akhir 2011.
Hingga September, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tersebut telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebesar Rp1,2 triliun.
Melalui kerja sama terbaru dengan Kementerian Perumahan Rakyat, BRI Syariah mematok tambahan pembiayaan ke sektor perumahan sebesar Rp250 miliar untuk 5.000 unit rumah di 2012.
Sampai akhir 2010 sendiri, kucuran pembiayaan perumahan perseroan tercatat baru sebesar Rp600 miliar sampai Rp700 miliar.
“Ini tergantung kinerja, jadi nanti dananya ada dari Kemenpera dan dari kita. Kita tinggal arahkan tenaga sales (penjualan) ke rumah yang murah dari FLPP ini. Sekarang masih di pembiayaan rumah biasa,” ujar Ari.
Untuk pembiayaan perumahan dengan skim FLPP tersebut, lanjutnya, perseroan akan menawarkan marjin 8,5 persen fix (tetap) selama masa pembiayaan. Maksimal pembiayaannya sendiri ditetapkan sebesar Rp60 juta, dengan tenor maksimal 15 tahun. (Erichson Sihotang /Koran SI/ade)


.jpg)