Tantangan Akademisi dan Praktisi Membangkitkan Ekonomi Islam
Yogyakarta (14/07). Kelebihan Ekonomi Islam adalah mampu menjawab segala kebutuhan. Karena Islam mengandung variasi akad yang beraneka ragam untuk memenuhi seluruh kebutuhan manusia dengan berbagai macam tingkat sosial ekonomi. Berbagai macam dasar akad tersebut yang menjadi landasan produk-produk perbankan syariah. Demikian benang merah dari presentasi Direktur Utama PT Bank BRISyariah, Ventje Rahardjo, saat menjadi salah satu narasumber dalam Semiloka Nasional: (Re)Orientasi Pembidangan Ilmu Ekonomi Islam, yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Kali Jaga, pada Kamis tanggal 14 Juli 2011, di Yogyakarta.
Di sisi lain, dengan terformulasikan ekonomi islam maka tentu akan lebih mudah mengimplementasikan dan mengembangkan Ekonomi Islam di Indonesia. Mengingat, sejarah dimana kaum pedagang memegang peranan penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia. Artinya nilai-nilai Ekonomi Islam sejatinya telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat di Indonesia mulai dari pertama kali mereka berinteraksi dengan misi penyebaran agama. Tantangannya sekarang adalah bagaimana nilai-nilai Ekonomi Islam mampu menjawab kebutuhan sesuai relevansi dan konteks ekonomi hari ini dengan senantiasa mengikuti kaidah – kaidah dan hukum Ekonomi Islam.
Pada kesempatan ini, Ventje Rahardjo mengajak kaum akademisi untuk bersama-sama menjawab tantangan perekonomian Indonesia saat ini dengan cara: 1) melakukan “uji” dan berbagai penelitian skolar atas berbagai sistem ekonomi syariah dan keuangannya hingga mampu menjawab berbagai masalah perekonomian yang dihadapi oleh Negara Indonesia. 2) bersama-sama dengan pihak praktisi perekonomian syariah untuk menyempurnakan sistem ekonomi Islam agar dapat meningkatkan dan menjamin kelangsungan hidup dan kesejahteraan seluruh umat dan bangsa Indonesia. 3) hal yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia adalah bagaimana ekonomi syariah dapat menghapus kemiskinan dan pengangguran serta dapat memajukan ekonomi dalam negeri. 4) kaum akademisi untuk membuat kajian peraturan; hukum dan kebijakan baik dalam skala nasional maupun dalam skala internasional sehingga aplikasi perekonomian syariah dapat comply terhadap kaidah-kaidah hukum dimana saja aplikasi tersebut dilakukan. “Inilah terutama adalah tantangan para akademisi untuk membuat review, formula berbagai macam akad muamalah sesuai hukum dan kaidah Syariah yang selanjutnya memformulasikan menjadi applied science. Tugas para pelaku ekonomi menjadikan applied science tersebut menjadi produk-produk keuangan yang plural dan lentur mengikuti berbagai macam kebutuhan masyarakat,” ungkap Ventje Rahardjo.
Sebagai informasi PT Bank BRISyariah yang mengusung tagline Bersama Wujudkan Harapan Bersama, menitikberatkan pasarnya pada individu dan bisnis wirausaha baik skala kecil maupun menengah. Untuk kedua segmen tersebut, PT Bank BRISyariah menyediakan serangkaian produk dan jasa perbankan berbasis syariah yang secara garis besar dikelompokan dalam 3 kategori. Yaitu Produk Penghimpunan Dana (Tabungan BRISyariah iB, Giro BRISyariah iB, Deposito BRISyariah iB, Tabungan Haji BRISyariah iB), Produk Penyaluran Dana (Pembiayaan Komersil BRISyariah iB, Pembiayaan Ritel BRISyariah iB, Mikro BRISyariah iB, Pembiayaan Linkage/Kemitraan dan Pembiayaan Konsumer) dan Produk Akses (Remittance BRISyariah iB, Mini Banking, Layanan mobile banking/sms banking, ATM/EDC/Telephone Banking).


.jpg)