Ulang Tahun Keenam BRISyariah Tunjukkan Keunggulan

Sudah dua tahun terakhir ini, BRI Syariah meraih peringkat AA dari Fitch Ratings.

JAKARTA -- Pada ulang tahun ke enam, Bank BRI Syariah tetap menunjukkan keunggulan di tengah kelesuan industri keuangan tahun ini. Keunggulan ini, antara lain, ditandai dengan peringkat lebih baik dari Fitch Ratings, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), rasio kredit macet (NPF) yang relatif rendah, dan KPR Sejahtera (FLPP) yang kian jadi pilihan masyarakat.

Corporate Secretary Group Head BRI Syariah Lukita T Prakasa di Jakarta, akhir pekan lalu, mengungkapkan sudah dua tahun terakhir ini BRISyariah meraih pering kat AA dari Fitch Ratings. Peringkat itu hanya satu tingkat di bawah induk BRI Syariah, Bank BRI. Peringkat AA mengindikasikan kemampuan BRISyariah untuk membayar kewajiban sangat baik, kata Lukita.

Lukita menambahkan, ketika kinerja sebagian besar bank menurun, bahkan mengalami pertumbuhan negatif, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BRISyariah dari produk tabungan justru melesat. Perbandingan tahun ke tahun, pertumbuhan DPK tabungan per September 2014 naik 40 persen.

Sementara, pertumbuhan DPK tabungan per Oktober 2014 (yoy) mencapai 36 persen. Menurut Lukita, pencapaian tersebut merupakan prestasi yang sangat membanggakan. "Untuk sebuah bank yang baru berusia enam tahun, kinerja ini luar biasa," ungkap Lukita.

Prestasi ini, lanjut Lukita, diraih karena BRISyariah menerapkan strategi bisnis out of the box. Saat bank-bank lain berlomba meningkatkan pendapatan dari fee based income, BRI Syariah justru menggratiskan.

Ia menyebut tabungan Faedah BRISyariah iB disambut antusias masyarakat karena fasilitas serba mudah yang ditawarkan berupa setoran awal ringan, mulai Rp 50 ribu dengan gratis biaya administrasi bulanan tabungan dan kartu ATM. Biaya tarik tunai, cek saldo, dan transfer di mesin ATM BRI Syariah, Bank BRI, dan mesin ATM bank lain jaringan ATM Prima & ATM BErsama, dan debit PRima juga bebas biaya.

"Inilah cara BRISyariah memanjakan nasabah dengan memberikan layanan serba gratis. Hal tersebut menumbuhkan loyalitas nasabah," kata dia.

Terkait pembiayaan mikro, Lukita mengatakan tingkat pembiayaan bemasalah (NPF) pembiayaan mikro BRISyariah sangat rendah di bawah satu persen. Itu karena business model yang dirancang oleh Unit Mikro Syariah (UMS) BRISyariah sangat teliti.

Target pembiayaan mikro BRISyariah relatif jauh lebih rendah dibandingkan bank-bank syariah lain. "Ini demi menjaga kualitas pembiayaan sehingga NPF bisa ditekan serendah mungkin," kata Lukita.

Prestasi lain yang diraih oleh BRISyariah pada pembiayaan KPR Sejahtera (KPR bersubsidi). Meski tergolong pemain baru, BRISyariah berhasil naik ke peringkat ketiga di bawah Bank BTN dan Bank Mandiri.

Penyaluran KPR Sejahtera (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) oleh BRISyariah berhasil melampaui bank besar lain.  Peringkat BRISyariah sebagai penyalur KPR FLPP dari Kemenpera sekarang bahkan berada di peringkat dua setelah Bank BTN.

“Hingga Oktober 2014, BRISyariah telah membiayai  4.650 unit rumah sederhana dengan nilai pembiayaan KPR Sejahtera  sekitar Rp 369 miliar," ungkap Lukita.

Strategi bisnis BRISyariah menitikberatkan pasarnya pada individu dan bisnis wirausaha baik skala kecil maupun menengah. Untuk kedua segmen tersebut, serangkaian produk dan jasa perbankan berbasis syariah yang ditawarkan adalah produk penghimpunan dana yang terdiri atas Tabungan Faedah BRISyariah iB, Tabungan Impian BRISyariah iB, Giro BRISyariah iB, Deposito BRISyariah iB dan Tabungan Haji BRISyariah iB.

 Juga produk penyaluran dana yakni Pembiayaan Komersil BRISyariah iB, Pembiayaan SME & Linkage BRISyariah iB dan Mikro BRISyariah iB. Produk Pembiayaan Konsumer yakni KPR, KKB dan Pembiayaan Umrah. Serta layanan Akses seperti Remittance BRISyariah iB, Mini Banking, SMSBRIS MobileBRIS, Cash Management System (CMSBRIS) dan ATM/EDC/Telephone Banking.